AL-FATAH pingkuk bendo
Rabu, 02 Oktober 2013
Selasa, 06 Maret 2012
Surah AN-NISA'
Surah An-Nisa' (bahasa Arab:ﺀﺂﺴﻨﻟﺍ, an-Nisā, "Wanita") terdiri atas 176 ayat dan
tergolong surah Madaniyyah. Dinamakan An- Nisa (wanita)
karena dalam surat ini banyak
dibicarakan hal-hal yang
berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang
paling membicarakan hal itu
dibanding dengan surah-surah
yang lain. Surah yang lain banyak
juga yang membicarakan tentang
hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut
surah An-Nisa dengan sebutan:
Surah An-Nisa Al Kubra (surah
An-Nisa yang besar), sedang
surah At-Talaq disebut dengan
sebutan: Surah An-Nisa As- Sughra (surah An-Nisa yang
kecil). Pokok-pokok isi 1. Keimanan: Syirik (dosa yang paling besar); akibat
kekafiran di hari kemudian. 2. Hukum-hukum:Kewajiban para
washi dan para wali; hukum poligami; mas kawin; memakan harta anak yatim dan orang- orang yang tak dapat
mengurus hartanya; pokok-
pokok hukum warisan; perbuatan-perbuatan keji dan
hukumannya, wanita-wanita
yang haram dikawini; hukum-
hukum mengawini budak
wanita; larangan memakan
harta secara bathil; hukum syiqaq dan nusyuq; kesucian
lahir batin dalam salat; hukum suaka; hukum membunuh
seorang Islam; salat khauf; larangan melontarkan
ucapan-ucapan buruk;
masalah pusaka kalalah. 3. Kisah-kisah:Kisah-kisah
tentang Nabi Musa a.s. dan
pengikut-pengikutnya. 4. Dan lain-lain:Asal manusia
adalah satu; keharusan
menjauhi adat-adat zaman
jahiliyah dalam perlakuan
terhadap wanita; norma-
norma bergaul dengan isteri; hak seseorang sesuai dengan
kewajibannya; perlakuan ahli
kitab terhadap kitab-kitab
yang diturunkan kepadanya;
dasar-dasar pemerintahan;
cara mengadili perkara; keharusan siap-siaga
terhadap musuh; sikap-sikap
orang munafik dalam
menghadapi peperangan;
berperang di jalan Allah
adalah kewajiban tiap-tiap mukallaf; norma dan adab
dalam peperangan; cara
menghadapi orang-orang
munafik; derajat orang-orang
yang berjihad. 5. Ketaatan pada Allah dan
Rosulnya: Taat pada Allah dan
Rosul berpahala Surga dan menentang Allah dan Rosul
mendapat Neraka Referensi 1. ^ Departemen Agama RI.2007.Al-Qur'an dan
Terjemahannya Al-Jumanatul
'Ali Seuntai Mutiara Yang
Maha Luhur.Bandung:J-Art
tergolong surah Madaniyyah. Dinamakan An- Nisa (wanita)
karena dalam surat ini banyak
dibicarakan hal-hal yang
berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang
paling membicarakan hal itu
dibanding dengan surah-surah
yang lain. Surah yang lain banyak
juga yang membicarakan tentang
hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut
surah An-Nisa dengan sebutan:
Surah An-Nisa Al Kubra (surah
An-Nisa yang besar), sedang
surah At-Talaq disebut dengan
sebutan: Surah An-Nisa As- Sughra (surah An-Nisa yang
kecil). Pokok-pokok isi 1. Keimanan: Syirik (dosa yang paling besar); akibat
kekafiran di hari kemudian. 2. Hukum-hukum:Kewajiban para
washi dan para wali; hukum poligami; mas kawin; memakan harta anak yatim dan orang- orang yang tak dapat
mengurus hartanya; pokok-
pokok hukum warisan; perbuatan-perbuatan keji dan
hukumannya, wanita-wanita
yang haram dikawini; hukum-
hukum mengawini budak
wanita; larangan memakan
harta secara bathil; hukum syiqaq dan nusyuq; kesucian
lahir batin dalam salat; hukum suaka; hukum membunuh
seorang Islam; salat khauf; larangan melontarkan
ucapan-ucapan buruk;
masalah pusaka kalalah. 3. Kisah-kisah:Kisah-kisah
tentang Nabi Musa a.s. dan
pengikut-pengikutnya. 4. Dan lain-lain:Asal manusia
adalah satu; keharusan
menjauhi adat-adat zaman
jahiliyah dalam perlakuan
terhadap wanita; norma-
norma bergaul dengan isteri; hak seseorang sesuai dengan
kewajibannya; perlakuan ahli
kitab terhadap kitab-kitab
yang diturunkan kepadanya;
dasar-dasar pemerintahan;
cara mengadili perkara; keharusan siap-siaga
terhadap musuh; sikap-sikap
orang munafik dalam
menghadapi peperangan;
berperang di jalan Allah
adalah kewajiban tiap-tiap mukallaf; norma dan adab
dalam peperangan; cara
menghadapi orang-orang
munafik; derajat orang-orang
yang berjihad. 5. Ketaatan pada Allah dan
Rosulnya: Taat pada Allah dan
Rosul berpahala Surga dan menentang Allah dan Rosul
mendapat Neraka Referensi 1. ^ Departemen Agama RI.2007.Al-Qur'an dan
Terjemahannya Al-Jumanatul
'Ali Seuntai Mutiara Yang
Maha Luhur.Bandung:J-Art
Jumat, 10 Februari 2012
SURAH AL-MAIDAH AYAT 5
Tafsir surhoh al maidah ayat 5 ُﺕﺎَﺒِّﻴَّﻄﻟﺍ ُﻢُﻜَﻟ َّﻞِﺣُﺃ َﻡْﻮَﻴْﻟﺍ َﺏﺎَﺘِﻜْﻟﺍ ﺍﻮُﺗﻭُﺃ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ ُﻡﺎَﻌَﻃَﻭ ْﻢُﻬَﻟ ٌّﻞِﺣ ْﻢُﻜُﻣﺎَﻌَﻃَﻭ ْﻢُﻜَﻟ ٌّﻞِﺣ ِﺕﺎَﻨِﻣْﺆُﻤْﻟﺍ َﻦِﻣ ُﺕﺎَﻨَﺼْﺤُﻤْﻟﺍَﻭ ﺍﻮُﺗﻭُﺃ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ َﻦِﻣ ُﺕﺎَﻨَﺼْﺤُﻤْﻟﺍَﻭ ﺍَﺫِﺇ ْﻢُﻜِﻠْﺒَﻗ ْﻦِﻣ َﺏﺎَﺘِﻜْﻟﺍ َﻦﻴِﻨِﺼْﺤُﻣ َّﻦُﻫَﺭﻮُﺟُﺃ َّﻦُﻫﻮُﻤُﺘْﻴَﺗﺁ ﻱِﺬِﺨَّﺘُﻣ ﺎَﻟَﻭ َﻦﻴِﺤِﻓﺎَﺴُﻣ َﺮْﻴَﻏ ْﺪَﻘَﻓ ِﻥﺎَﻤﻳِﺈْﻟﺎِﺑ ْﺮُﻔْﻜَﻳ ْﻦَﻣَﻭ ٍﻥﺍَﺪْﺧَﺃ َﻦِﻣ ِﺓَﺮِﺧﺂْﻟﺍ ﻲِﻓ َﻮُﻫَﻭ ُﻪُﻠَﻤَﻋ َﻂِﺒَﺣ َﻦﻳِﺮِﺳﺎَﺨْﻟﺍ Pada hari ini, di halalkan bagi kamu yang baik2 (yang lezat2) ,
dan makanan (sembelihan) orang2 yang di beri alkitab halal bagi kamu, dan makanan kamu (bagi mereka) halal bagi mereka,, dan perempuan yang merdeka dari pada perempuan yang ber iman, dan perempuan merdeka dari pada ahli kitab dari pada sebelum kamu (halal bagi kamu bahwa menikahi mereka) apabila telah mendatangkan kamu akan mahar2 mereka, ketiadaan dengan maksud berzina dengan mereka, dan tidak bermaksud menjadikan shohabat (dari mereka yang bisa berzina terhadap mereka secara rahasia) (gendak) ,, dan barangsiapa kafir sesudah beriman (murtad) , maka sungguh gugur oleh amal nya (amal baik nya sebelum murtad, maka tiada di hitung dengan amal baik nya dan tidak di beri pahala atas nya) , dan keadaan ia pada akhirat termasuk daripada golongan orang yang rugi (apabila mati ia atas murtad) “ ( hasiyah showi ‘ala tafsiril jalallain, jilid 1 halaman 361 cetakan darul kutub ilmiah beirut )
Asbabun nuzul nya Imam Thabrani, Hakim dan selain mereka meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Raf` yang menceritakan bahwa pada suatu hari malaikat Jibril datang kepada Nabi saw. Malaikat Jibril meminta izin kepada Nabi saw. lalu Nabi mempersilakan malaikat Jibril untuk masuk akan tetapi malaikat Jibril ragu-ragu dan kemudian ia menarik serban beliau. Akhirnya Nabi keluar menemuinya yang masih tetap berada di depan pintu. Nabi saw. bersabda kepadanya, "Aku telah izinkan engkau masuk," malaikat Jibril menjawab, "Memang engkau benar akan tetapi kami sekali- kali tidak mau masuk ke dalam suatu rumah yang di dalamnya terdapat gambar dan anjing." Kemudian para sahabat memeriksa keadaan dalam rumah mereka, ternyata pada sebagian rumah mereka terdapat seekor anak anjing. Lalu Nabi memerintahkan Abu Rafi', "Janganlah engkau biarkan anjing
berada di Madinah kecuali harus engkau bunuh." Para sahabat lalu
mendatangi beliau seraya bertanya, "Apakah yang dihalalkan untuk kami dari makhluk ini yang engkau suruh kami agar membunuh mereka?" Kemudian turunlah ayat, "Mereka
menanyakan kepadamu, 'Apakah yang dihalalkan untuk mereka...'" (Q.S. Al-Maidah 4-5). Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ikrimah, "Bahwa Rasulullah saw. telah mengutus Abu Rafi' untuk membunuh anjing-anjing hingga sampai di Awaliy. Kemudian Ashim bin Addiy, Saad bin Hatsmah dan Uwaimir bin Saidah datang bertanya kepada Nabi saw., 'Wahai Rasulullah! Apakah yang dihalalkan untuk kami?' Kemudian turunlah ayat, 'Mereka menanyakan kepadamu, apakah yang dihalalkan untuk mereka...'" (Q.S. Al-Maidah 4-5). Ibnu Abu Hatim mengetengahkan dari Said bin Zubair, "Addi bin Hatim dan Zaid bin Muhalhal yang keduanya berasal dari suku Thayi' pernah bertanya kepada Rasulullah saw. Mereka berkata, 'Wahai Rasulullah! Kami adalah suatu kaum yang biasa berburu dengan memakai anjing dan burung elang, dan sesungguhnya anjing-anjing pemburu milik keluarga Dzuraih dapat menangkap sapi liar, keledai dan kijang, sedangkan Allah telah mengharamkan bangkai, lalu bangkai binatang buruan apakah yang dihalalkan untuk kami?' Kemudian turunlah ayat, 'Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang dihalalkan untuk mereka?' Katakanlah, 'Dihalalkan bagimu yang baik-baik...'" (Q.S. Al-Maidah 4-5)
dan makanan (sembelihan) orang2 yang di beri alkitab halal bagi kamu, dan makanan kamu (bagi mereka) halal bagi mereka,, dan perempuan yang merdeka dari pada perempuan yang ber iman, dan perempuan merdeka dari pada ahli kitab dari pada sebelum kamu (halal bagi kamu bahwa menikahi mereka) apabila telah mendatangkan kamu akan mahar2 mereka, ketiadaan dengan maksud berzina dengan mereka, dan tidak bermaksud menjadikan shohabat (dari mereka yang bisa berzina terhadap mereka secara rahasia) (gendak) ,, dan barangsiapa kafir sesudah beriman (murtad) , maka sungguh gugur oleh amal nya (amal baik nya sebelum murtad, maka tiada di hitung dengan amal baik nya dan tidak di beri pahala atas nya) , dan keadaan ia pada akhirat termasuk daripada golongan orang yang rugi (apabila mati ia atas murtad) “ ( hasiyah showi ‘ala tafsiril jalallain, jilid 1 halaman 361 cetakan darul kutub ilmiah beirut )
Asbabun nuzul nya Imam Thabrani, Hakim dan selain mereka meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Raf` yang menceritakan bahwa pada suatu hari malaikat Jibril datang kepada Nabi saw. Malaikat Jibril meminta izin kepada Nabi saw. lalu Nabi mempersilakan malaikat Jibril untuk masuk akan tetapi malaikat Jibril ragu-ragu dan kemudian ia menarik serban beliau. Akhirnya Nabi keluar menemuinya yang masih tetap berada di depan pintu. Nabi saw. bersabda kepadanya, "Aku telah izinkan engkau masuk," malaikat Jibril menjawab, "Memang engkau benar akan tetapi kami sekali- kali tidak mau masuk ke dalam suatu rumah yang di dalamnya terdapat gambar dan anjing." Kemudian para sahabat memeriksa keadaan dalam rumah mereka, ternyata pada sebagian rumah mereka terdapat seekor anak anjing. Lalu Nabi memerintahkan Abu Rafi', "Janganlah engkau biarkan anjing
berada di Madinah kecuali harus engkau bunuh." Para sahabat lalu
mendatangi beliau seraya bertanya, "Apakah yang dihalalkan untuk kami dari makhluk ini yang engkau suruh kami agar membunuh mereka?" Kemudian turunlah ayat, "Mereka
menanyakan kepadamu, 'Apakah yang dihalalkan untuk mereka...'" (Q.S. Al-Maidah 4-5). Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ikrimah, "Bahwa Rasulullah saw. telah mengutus Abu Rafi' untuk membunuh anjing-anjing hingga sampai di Awaliy. Kemudian Ashim bin Addiy, Saad bin Hatsmah dan Uwaimir bin Saidah datang bertanya kepada Nabi saw., 'Wahai Rasulullah! Apakah yang dihalalkan untuk kami?' Kemudian turunlah ayat, 'Mereka menanyakan kepadamu, apakah yang dihalalkan untuk mereka...'" (Q.S. Al-Maidah 4-5). Ibnu Abu Hatim mengetengahkan dari Said bin Zubair, "Addi bin Hatim dan Zaid bin Muhalhal yang keduanya berasal dari suku Thayi' pernah bertanya kepada Rasulullah saw. Mereka berkata, 'Wahai Rasulullah! Kami adalah suatu kaum yang biasa berburu dengan memakai anjing dan burung elang, dan sesungguhnya anjing-anjing pemburu milik keluarga Dzuraih dapat menangkap sapi liar, keledai dan kijang, sedangkan Allah telah mengharamkan bangkai, lalu bangkai binatang buruan apakah yang dihalalkan untuk kami?' Kemudian turunlah ayat, 'Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang dihalalkan untuk mereka?' Katakanlah, 'Dihalalkan bagimu yang baik-baik...'" (Q.S. Al-Maidah 4-5)
Selasa, 07 Februari 2012
SURAH ALI'IMRAN
Surah Ali 'Imran (Arab:ﻝﺁ ﻥﺍﺮﻤﻋ , Āli-'Imrān, "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah. Dinamakan Ali 'Imran karena memuat kisah keluarga
Imran yang di dalam kisah itu
disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta
disebut pula kelahiran Maryam
binti Imran, ibu Nabi Isa. Surah Al- Baqarah dan Ali 'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua
Yang Cemerlang), karena kedua
surah ini menyingkapkan hal-hal
yang menurut apa yang
disampaikan Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan
Nabi Muhammad dan sebagainya. Isi Keesaan dan
Kekuasaan
Allah SWT
(1-32) Al-Qur'an
dan
kitab-
kitab
sebelumny
(1-9) Ancaman
Allah
SWT.
kepada
orang-
orang kafir dan
pengaruh
harta
benda
duniawi
(10-16) Pernyataa
Allah
SWT.
tentang
Keesaan
dan Keadilan-
Nya
serta
agama
yang
diridhai- Nya
(18-20) Pembalasa
terhadap
orang-
orang
yang
membunuh nabi-nabi
(21-22) Orang-
orang
Yahudi
berpaling
dari
hukum Allah
SWT.
(23-25) Bukti-
bukti
Kekuasaan
dan
Kebenaran
Allah SWT.
(26-27) Larangan
berpihak
kepada
orang
kafir
(28-30) Bukti
cinta
kepada
Allah
SWT.
(31-32) Keluarga
Imran
(33-92) Keutamaan
keluarga
Imran
(33-44) Kisah Al-
Masih Isa
AS. putra
Maryam
AS.
(45-63) Ajakan
kepada
agama
Tauhid
(Millah
Nabi Ibrahim
AS)
(64-68) Sikap ahli
kitab
terhadap
orang
Islam
(69-74) Keburukan
keburukan
orang
Yahudi
75-78) Seorang
nabi
tidak
akan
menyuruh
manusia menyemba
dirinya
(79-80) Janji
para nabi
kepada
Allah
SWT.
tentang kenabian
Nabi
Muhammad
SAW.
(81-92) Bantahan
Allah SWT.
terhadap
pendapat-
pendapat ahli
kitab yang keliru
(93-120) Bantahan
terhadap
larangan
orang
Yahudi
tentang makanan
(93-95) Bantahan terhadap
pengakuan
ahli kitab
tentang
rumah
ibadah pertama
(96-99) Keharusan
menjaga
persatuan
(100-109) Kelebihan
umat
Islam dari
umat
yang lain
(110-115) Perumpamaan
harta
yang
dinafkahkan
orang-
orang kafir
(116-117) Larangan
mengambil
orang
Yahudi
sebagai
teman kepercayaan
(118-120) Kisah perang
Badar dan
Uhud
(121-200) Sabar
dan
tawakal
kepada
Allah
SWT. pangkal
kemenangan
(121-129) Larangan
melakukan
riba dan
perintah
untuk
bertakwa (130-131) Perintah
taat
kepada
Allah
SWT. dan
Rasul serta
sifat-
sifat
orang
yang
bertakwa (132-148) Peringatan
supaya
waspada
terhadap
ajakan
orang- orang
kafir
(149-151) Sebab-
sebab
kekalahan
umat
Islam
dalam perang
Uhud
(152-155) Menanamkan
jiwa
berkurban
dan
berjihad
(156-158) Allah dan
beberapa
sifat Nabi
Muhammad
SAW.
(159-164) Beberapa
sifat
orang-
orang
munafik
(165-168) Pahala
orang-
orang
yang
mati
syahid (169-175) Ayat-
ayat
untuk
menentramkan
hati Nabi
Muhammad SAW.
(176-179) Kebakhilan
dan
dusta
serta
balasannya
(180-189) Faedah
selalu
mengingat
Allah SWT
dan
merenungkan ciptaannya
(190-195) Kesenangan
sementara
bagi
orang-
orang
kafir dan kebahagiaan
abadi
bagi
orang-
orang
mukmin (196-200) Ringkasan isi Keimanan: Dalil-dalil dan
alasan-alasan yang
membantah orang Nasrani
yang mempertuhankan Nabi
Isa a.s.; ketauhidan adalah
dasar yang dibawa oleh seluruh Nabi. Hukum-hukum: Musyawarah;
bermubahalah; larangan
melakukan riba. Kisah-kisah: Kisah keluarga
'Imran; perang Badar dan
Uhud dan pelajaran yang
dapat diambil dari padanya. Lain-lain: Golongan-golongan
manusia dalam memahami
ayat-ayat mutasyaabihaat;
sifat-sifat Allah; sifat orang- orang yang bertakwa; Islam satu-satunya agama yang
diridhai Allah; kemudharatan
mengambil orang-orang kafir
sebagai teman kepercayaan;
pengambilan perjanjian para
Nabi oleh Allah; perumpamaan- perumpamaan; peringatan-
peringatan terhadap Ahli
Kitab; Ka'bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan
bukti-buktinya; faedah
mengingati Allah dan
merenungkan ciptaanNya. Hubungan surah Ali Imran
dengan Surah An-Nisa 1. Surah Ali Imran disudahi
dengan perintah bertakwa,
sesuai dengan permulaan
surah An-Nisa. 2. Dalam surah Ali Imran
disebutkan peperangan Badar
dan Uhud dengan sempurna,
keterangan mana
sebahagiannya diulangi dalam
surat An-Nisa. 3. Dalam surah-Ali Imran
dikisahkan peperangan
Hamraa-ul Asad yang terjadi
setelah perang Uhud, dan
peperangan itu disinggung
pula dalam surah An-Nisa. 4. Dalam surah Ali Imran
disebutkan bahwa banyak
yang gugur di kalangan kaum
muslimin sebagai Syuhada,
yang berarti mereka
meninggalkan anak-anak dan isteri-isteri mereka, maka
dalam bahagian permulaan
surah An-Nisa disebutkan
perintah memelihara anak
yatim serta pembahagian
harta pusaka. Referensi 1. ^ Departemen Agama RI.2007.Al-Qur'an dan
Terjemahannya Al-Jumanatul
'Ali Seuntai Mutiara Yang
Maha Luhur.Bandung:J-Art
Imran yang di dalam kisah itu
disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta
disebut pula kelahiran Maryam
binti Imran, ibu Nabi Isa. Surah Al- Baqarah dan Ali 'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua
Yang Cemerlang), karena kedua
surah ini menyingkapkan hal-hal
yang menurut apa yang
disampaikan Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan
Nabi Muhammad dan sebagainya. Isi Keesaan dan
Kekuasaan
Allah SWT
(1-32) Al-Qur'an
dan
kitab-
kitab
sebelumny
(1-9) Ancaman
Allah
SWT.
kepada
orang-
orang kafir dan
pengaruh
harta
benda
duniawi
(10-16) Pernyataa
Allah
SWT.
tentang
Keesaan
dan Keadilan-
Nya
serta
agama
yang
diridhai- Nya
(18-20) Pembalasa
terhadap
orang-
orang
yang
membunuh nabi-nabi
(21-22) Orang-
orang
Yahudi
berpaling
dari
hukum Allah
SWT.
(23-25) Bukti-
bukti
Kekuasaan
dan
Kebenaran
Allah SWT.
(26-27) Larangan
berpihak
kepada
orang
kafir
(28-30) Bukti
cinta
kepada
Allah
SWT.
(31-32) Keluarga
Imran
(33-92) Keutamaan
keluarga
Imran
(33-44) Kisah Al-
Masih Isa
AS. putra
Maryam
AS.
(45-63) Ajakan
kepada
agama
Tauhid
(Millah
Nabi Ibrahim
AS)
(64-68) Sikap ahli
kitab
terhadap
orang
Islam
(69-74) Keburukan
keburukan
orang
Yahudi
75-78) Seorang
nabi
tidak
akan
menyuruh
manusia menyemba
dirinya
(79-80) Janji
para nabi
kepada
Allah
SWT.
tentang kenabian
Nabi
Muhammad
SAW.
(81-92) Bantahan
Allah SWT.
terhadap
pendapat-
pendapat ahli
kitab yang keliru
(93-120) Bantahan
terhadap
larangan
orang
Yahudi
tentang makanan
(93-95) Bantahan terhadap
pengakuan
ahli kitab
tentang
rumah
ibadah pertama
(96-99) Keharusan
menjaga
persatuan
(100-109) Kelebihan
umat
Islam dari
umat
yang lain
(110-115) Perumpamaan
harta
yang
dinafkahkan
orang-
orang kafir
(116-117) Larangan
mengambil
orang
Yahudi
sebagai
teman kepercayaan
(118-120) Kisah perang
Badar dan
Uhud
(121-200) Sabar
dan
tawakal
kepada
Allah
SWT. pangkal
kemenangan
(121-129) Larangan
melakukan
riba dan
perintah
untuk
bertakwa (130-131) Perintah
taat
kepada
Allah
SWT. dan
Rasul serta
sifat-
sifat
orang
yang
bertakwa (132-148) Peringatan
supaya
waspada
terhadap
ajakan
orang- orang
kafir
(149-151) Sebab-
sebab
kekalahan
umat
Islam
dalam perang
Uhud
(152-155) Menanamkan
jiwa
berkurban
dan
berjihad
(156-158) Allah dan
beberapa
sifat Nabi
Muhammad
SAW.
(159-164) Beberapa
sifat
orang-
orang
munafik
(165-168) Pahala
orang-
orang
yang
mati
syahid (169-175) Ayat-
ayat
untuk
menentramkan
hati Nabi
Muhammad SAW.
(176-179) Kebakhilan
dan
dusta
serta
balasannya
(180-189) Faedah
selalu
mengingat
Allah SWT
dan
merenungkan ciptaannya
(190-195) Kesenangan
sementara
bagi
orang-
orang
kafir dan kebahagiaan
abadi
bagi
orang-
orang
mukmin (196-200) Ringkasan isi Keimanan: Dalil-dalil dan
alasan-alasan yang
membantah orang Nasrani
yang mempertuhankan Nabi
Isa a.s.; ketauhidan adalah
dasar yang dibawa oleh seluruh Nabi. Hukum-hukum: Musyawarah;
bermubahalah; larangan
melakukan riba. Kisah-kisah: Kisah keluarga
'Imran; perang Badar dan
Uhud dan pelajaran yang
dapat diambil dari padanya. Lain-lain: Golongan-golongan
manusia dalam memahami
ayat-ayat mutasyaabihaat;
sifat-sifat Allah; sifat orang- orang yang bertakwa; Islam satu-satunya agama yang
diridhai Allah; kemudharatan
mengambil orang-orang kafir
sebagai teman kepercayaan;
pengambilan perjanjian para
Nabi oleh Allah; perumpamaan- perumpamaan; peringatan-
peringatan terhadap Ahli
Kitab; Ka'bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan
bukti-buktinya; faedah
mengingati Allah dan
merenungkan ciptaanNya. Hubungan surah Ali Imran
dengan Surah An-Nisa 1. Surah Ali Imran disudahi
dengan perintah bertakwa,
sesuai dengan permulaan
surah An-Nisa. 2. Dalam surah Ali Imran
disebutkan peperangan Badar
dan Uhud dengan sempurna,
keterangan mana
sebahagiannya diulangi dalam
surat An-Nisa. 3. Dalam surah-Ali Imran
dikisahkan peperangan
Hamraa-ul Asad yang terjadi
setelah perang Uhud, dan
peperangan itu disinggung
pula dalam surah An-Nisa. 4. Dalam surah Ali Imran
disebutkan bahwa banyak
yang gugur di kalangan kaum
muslimin sebagai Syuhada,
yang berarti mereka
meninggalkan anak-anak dan isteri-isteri mereka, maka
dalam bahagian permulaan
surah An-Nisa disebutkan
perintah memelihara anak
yatim serta pembahagian
harta pusaka. Referensi 1. ^ Departemen Agama RI.2007.Al-Qur'an dan
Terjemahannya Al-Jumanatul
'Ali Seuntai Mutiara Yang
Maha Luhur.Bandung:J-Art
Senin, 06 Februari 2012
SURAH AL-BAQARAH
Surah Al-Baqarah (Arab: ﺓﺮﻘﺒﻟﺍ , al-Baqarah, "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500
huruf dan tergolong surah Madaniyah. Sebagian besar ayat dalam surah ini diturunkan pada
permulaan hijrah, kecuali ayat 281 yang diturunkan di Mina saat peristiwa Haji Wada'. Surah ini merupakan surah terpanjang
dalam Al-Qur'an. Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi
Betina karena di dalam surah ini
terdapat kisah penyembelihan
sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74). Surah ini juga dinamai
Fustatul Qur'an (Puncak Al-
Qur'an) karena memuat
beberapa hukum yang tidak
disebutkan dalam surah yang
lain. Dinamai juga surat Alif Lam Mim karena surah ini dimulai
dengan huruf arab Alif Lam dan
Mim. Isi Tiga Golongan Manusia dalam
menghadapi Al-Qur'an (1-20) Golongan Mukmin (1-5) Golongan Kafir (6-7) Golongan Munafik (8-20) Keesaan dan kekuasaan Allah SWT. (21-39) Perintah menyembah Allah SWT. Yang Maha Esa (21-22) Tantangan Allah SWT. kepada Kaum Musyrikin
mengenai Al-Qur'an (23-24) Ganjaran bagi orang-
orang yang beriman (25) Perumpamaan-
perumpamaan dalam Al- Qur'an dan hikmah- hikmahnya (26-27) Bukti-bukti kekuasaan Allah SWT. (28-29) Penciptaan manusia dan
penguasaannya di bumi (30-39) Peringatan Allah SWT. kepada Bani Israil (40-141) Beberapa perintah dan
larangan Allah SWT. kepada Bani Israil (40-48) Perincian nikmat Allah SWT. kepada Bani Israil (49-60) Pembalasan terhadap
sikap dan perbuatan Bani Israil (61) Pahala orang yang
beriman (62) Pembalasan terhadap Bani Israil yang melanggar perjanjian dengan Allah SWT. (63-66) Kisah penyembelihan Sapi
Betina (67-74) Keimanan Orang Yahudi sukar diharapkan (75-82) Bani Israil mengingkari janjinya dengan Allah
SWT. (83-86) Sikap Orang Yahudi terhadap para rasul dan
kitab-kitab yang
diturunkan Allah SWT. (87-91) Penyembelihan anak sapi
yang dilakukan Bangsa Yahudi merupakan tanda kecenderungan mereka
kepada benda (92-96) Memusuhi Malaikat Jibril AS. berarti memusuhi Allah SWT. yang mengutusnya (97-101) Tuduhan Orang Yahudi
terhadap Nabi Sulaiman AS. (102-103) Ketidaksopanan orang-
orang Yahudi terhadap Nabi Muhammad SAW. dan sahabat-sahabatnya
(104-105) Menasakhkan suatu ayat
adalah urusan Allah SWT. (106-113) Tindakan-tindakan
menghalangi ibadah (114-118) Larangan mengikuti Yahudi dan Nasrani (119-123) Perjanjian dengan Nabi Ibrahim AS. (124-129) Agama Nabi Ibrahim AS. (130-141) Ka'bah adalah kiblat bagi seluruh umat Islam (142-214) Sekitar pemindahan Ka'bah (142-152) Cobaan berat dalam
menegakkan kebenaran
(153-157) Manasik Haji (158) Laknat terhadap orang-
orang yang
menyembunyikan ayat-
ayat Allah SWT. dan orang-orang kafir (159-162) Allah SWT. Yang Berkuasa dan Yang Menentukan
(163-170) Makanan yang Halal dan yang Haram (172-176) Pokok-pokok kebajikan
(117) Kisas dan hikmahnya
(178-179) Wasiat (180-182) Puasa (183-188) Berjihad dengan jiwa dan harta di jalan Allah SWT. (189-195) Haji (196-203) Perbuatan orang-orang munafik (204-210) Hikmah diutusnya para rasul dan berbagai cobaan bagi para
pengikutnya (211-214) Beberapa Hukum Syariat
(215-252) Orang-orang yang diberi
nafkah (215) Hukum perang dalam Islam (216-218) Khamr, judi, harta yang dinafkahkan dan
pemeliharaan anak yatim
(219-220) Pokok-pokok hukum perkawinan, perceraian, dan penyusuan (221-237) Kewajiban mengerjakan salat biarpun dalam keadaan takut (238-239) Wasiat untuk Istri dan
Mutah (240-242) Kewajiban berjihad dan mengeluarkan harta di
jalan Allah SWT. (243-252) Tentang rasul-rasul dan
kekuasaan Allah SWT. (253-260) Keistimewaan dan
perbedaan derajat rasul-
rasul (253) Anjuran membelanjakan
harta (254) Ayat Kursi (255) Tidak ada paksaan
memasuki agama Islam (256-257) Membangkitkan kembali
orang-orang yang sudah
mati (258-260) Cara-cara menggunakan
harta dan hukum-hukumnya
(261-286) Menafkahkan harta di
jalan Allah SWT. (261-274) Hukum Riba (275-281) Kesaksian dalam
Muamalah (282-283) Pujian Allah SWT. terhadap para mukmin dan do'a mereka
(284-286) Ringkasan isi 1. Keimanan:
Dakwah Islamiyah yang
dihadapkan kepada umat
Islam, ahli kitab dan para musyrikin. 2. Hukum-hukum:
Perintah mengerjakan salat; menunaikan zakat; hukum puasa; hukum haji dan umrah; hukum qishash; hal-hal yang halal dan yang haram; bernafkah di jalan Allah; hukum arak dan judi; cara menyantuni anak yatim,
larangan riba; hutang piutang; nafkah dan yang berhak
menerimanya; wasiat kepada
dua orang ibu-bapa dan kaum
kerabat; hukum sumpah;
kewajiban menyampaikan
amanat; sihir; hukum merusak mesjid; hukum mengubah kitab-kitab Allah; hukum
haidh, 'iddah (masa menunggu
bagi perempuan yang baru
ditinggal suaminya karena
meninggal atau cerai), thalak
(perceraian), khulu', ilaa' dan hukum susuan; hukum
melamar, mahar (mas kawin),
larangan mengawini wanita
musyrik dan sebaliknya;
hukum perang. 3. Kisah-kisah:
Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.; kisah Nabi Ibrahim a.s.; kisah Nabi Musa a.s. dengan Bani Israil. 4. Dan lain-lain:
Sifat-sifat orang yang
bertakwa; sifat orang-orang
munafik; sifat-sifat Allah;
perumpamaan-perumpamaan; kiblat, kebangkitan sesudah mati. Referensi Search WikisourceWikisource memiliki naskah sumber yang
berkaitan dengan
artikel ini: Surah Al-Baqarah 1. ^ Departemen Agama RI.2007.Al-Qur'an dan
Terjemahannya Al-Jumanatul
'Ali Seuntai Mutiara Yang
Maha Luhur.Bandung:J-Art 2. ^ Majalah Hidayah (Maret 2008). hal 75 Surah
huruf dan tergolong surah Madaniyah. Sebagian besar ayat dalam surah ini diturunkan pada
permulaan hijrah, kecuali ayat 281 yang diturunkan di Mina saat peristiwa Haji Wada'. Surah ini merupakan surah terpanjang
dalam Al-Qur'an. Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi
Betina karena di dalam surah ini
terdapat kisah penyembelihan
sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74). Surah ini juga dinamai
Fustatul Qur'an (Puncak Al-
Qur'an) karena memuat
beberapa hukum yang tidak
disebutkan dalam surah yang
lain. Dinamai juga surat Alif Lam Mim karena surah ini dimulai
dengan huruf arab Alif Lam dan
Mim. Isi Tiga Golongan Manusia dalam
menghadapi Al-Qur'an (1-20) Golongan Mukmin (1-5) Golongan Kafir (6-7) Golongan Munafik (8-20) Keesaan dan kekuasaan Allah SWT. (21-39) Perintah menyembah Allah SWT. Yang Maha Esa (21-22) Tantangan Allah SWT. kepada Kaum Musyrikin
mengenai Al-Qur'an (23-24) Ganjaran bagi orang-
orang yang beriman (25) Perumpamaan-
perumpamaan dalam Al- Qur'an dan hikmah- hikmahnya (26-27) Bukti-bukti kekuasaan Allah SWT. (28-29) Penciptaan manusia dan
penguasaannya di bumi (30-39) Peringatan Allah SWT. kepada Bani Israil (40-141) Beberapa perintah dan
larangan Allah SWT. kepada Bani Israil (40-48) Perincian nikmat Allah SWT. kepada Bani Israil (49-60) Pembalasan terhadap
sikap dan perbuatan Bani Israil (61) Pahala orang yang
beriman (62) Pembalasan terhadap Bani Israil yang melanggar perjanjian dengan Allah SWT. (63-66) Kisah penyembelihan Sapi
Betina (67-74) Keimanan Orang Yahudi sukar diharapkan (75-82) Bani Israil mengingkari janjinya dengan Allah
SWT. (83-86) Sikap Orang Yahudi terhadap para rasul dan
kitab-kitab yang
diturunkan Allah SWT. (87-91) Penyembelihan anak sapi
yang dilakukan Bangsa Yahudi merupakan tanda kecenderungan mereka
kepada benda (92-96) Memusuhi Malaikat Jibril AS. berarti memusuhi Allah SWT. yang mengutusnya (97-101) Tuduhan Orang Yahudi
terhadap Nabi Sulaiman AS. (102-103) Ketidaksopanan orang-
orang Yahudi terhadap Nabi Muhammad SAW. dan sahabat-sahabatnya
(104-105) Menasakhkan suatu ayat
adalah urusan Allah SWT. (106-113) Tindakan-tindakan
menghalangi ibadah (114-118) Larangan mengikuti Yahudi dan Nasrani (119-123) Perjanjian dengan Nabi Ibrahim AS. (124-129) Agama Nabi Ibrahim AS. (130-141) Ka'bah adalah kiblat bagi seluruh umat Islam (142-214) Sekitar pemindahan Ka'bah (142-152) Cobaan berat dalam
menegakkan kebenaran
(153-157) Manasik Haji (158) Laknat terhadap orang-
orang yang
menyembunyikan ayat-
ayat Allah SWT. dan orang-orang kafir (159-162) Allah SWT. Yang Berkuasa dan Yang Menentukan
(163-170) Makanan yang Halal dan yang Haram (172-176) Pokok-pokok kebajikan
(117) Kisas dan hikmahnya
(178-179) Wasiat (180-182) Puasa (183-188) Berjihad dengan jiwa dan harta di jalan Allah SWT. (189-195) Haji (196-203) Perbuatan orang-orang munafik (204-210) Hikmah diutusnya para rasul dan berbagai cobaan bagi para
pengikutnya (211-214) Beberapa Hukum Syariat
(215-252) Orang-orang yang diberi
nafkah (215) Hukum perang dalam Islam (216-218) Khamr, judi, harta yang dinafkahkan dan
pemeliharaan anak yatim
(219-220) Pokok-pokok hukum perkawinan, perceraian, dan penyusuan (221-237) Kewajiban mengerjakan salat biarpun dalam keadaan takut (238-239) Wasiat untuk Istri dan
Mutah (240-242) Kewajiban berjihad dan mengeluarkan harta di
jalan Allah SWT. (243-252) Tentang rasul-rasul dan
kekuasaan Allah SWT. (253-260) Keistimewaan dan
perbedaan derajat rasul-
rasul (253) Anjuran membelanjakan
harta (254) Ayat Kursi (255) Tidak ada paksaan
memasuki agama Islam (256-257) Membangkitkan kembali
orang-orang yang sudah
mati (258-260) Cara-cara menggunakan
harta dan hukum-hukumnya
(261-286) Menafkahkan harta di
jalan Allah SWT. (261-274) Hukum Riba (275-281) Kesaksian dalam
Muamalah (282-283) Pujian Allah SWT. terhadap para mukmin dan do'a mereka
(284-286) Ringkasan isi 1. Keimanan:
Dakwah Islamiyah yang
dihadapkan kepada umat
Islam, ahli kitab dan para musyrikin. 2. Hukum-hukum:
Perintah mengerjakan salat; menunaikan zakat; hukum puasa; hukum haji dan umrah; hukum qishash; hal-hal yang halal dan yang haram; bernafkah di jalan Allah; hukum arak dan judi; cara menyantuni anak yatim,
larangan riba; hutang piutang; nafkah dan yang berhak
menerimanya; wasiat kepada
dua orang ibu-bapa dan kaum
kerabat; hukum sumpah;
kewajiban menyampaikan
amanat; sihir; hukum merusak mesjid; hukum mengubah kitab-kitab Allah; hukum
haidh, 'iddah (masa menunggu
bagi perempuan yang baru
ditinggal suaminya karena
meninggal atau cerai), thalak
(perceraian), khulu', ilaa' dan hukum susuan; hukum
melamar, mahar (mas kawin),
larangan mengawini wanita
musyrik dan sebaliknya;
hukum perang. 3. Kisah-kisah:
Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.; kisah Nabi Ibrahim a.s.; kisah Nabi Musa a.s. dengan Bani Israil. 4. Dan lain-lain:
Sifat-sifat orang yang
bertakwa; sifat orang-orang
munafik; sifat-sifat Allah;
perumpamaan-perumpamaan; kiblat, kebangkitan sesudah mati. Referensi Search WikisourceWikisource memiliki naskah sumber yang
berkaitan dengan
artikel ini: Surah Al-Baqarah 1. ^ Departemen Agama RI.2007.Al-Qur'an dan
Terjemahannya Al-Jumanatul
'Ali Seuntai Mutiara Yang
Maha Luhur.Bandung:J-Art 2. ^ Majalah Hidayah (Maret 2008). hal 75 Surah
Kamis, 02 Februari 2012
SURAT AL-FATIHAH
Keutamaan Surat Al-
Fatihah Surat Al-Fatihah adalah surat yang amat masyhur, telah dikenal oleh seluruh kaum muslimin. Saking terkenalnya, terkadang sebagian kaum muslimin menyalahgunakannya, seperti membacanya untuk orang mati saat ziarah kubur, atau mengirimkan pahalanya kepada Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, Syaikh Abdul Qodir Al-
Jailaniy, dan orang-orang yang telah mati. Semua ini tak ada contohnya dari Allah dan Rasul- Nya. Surat Al-Fatihah amat masyhur, namun banyak di antara kita tak mengetahui fadhilah, dan keutamaannya. Padahal banyak sekali hadits-hadits yang menunjukkan keutamaannya, baik dari sisi kandungan atau kedudukannya di sisi Allah -Azza wa Jalla-. Diantara fadhilah dan keutamaan Surat Al-Fatihah: Surat yang Paling Agung Orang yang membaca Al-Fatihah akan mendapatkan balasan pahala yang besar di sisi Allah. Terlebih lagi jika ia membacanya dengan ikhlash, dan mentadabburi maknanya. Abu Sa’id bin Al-Mu’allaa - radhiyallahu ‘anhu- berkata,ُﺖْﻨُﻛ ْﻲِّﻠَﺻُﺃ َﻲِﻧﺎَﻋَﺪَﻓ ُّﻲِﺒَّﻨﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ْﻢَﻠَﻓ ُﻪْﺒِﺟُﺃ , ُﺖْﻠُﻗ : ﺎَﻳ َﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ ْﻲِّﻧِﺇ ُﺖْﻨُﻛ ْﻲِّﻠَﺻُﺃ , َﻝﺎَﻗ : ْﻢَﻟَﺃ ِﻞُﻘَﻳ ُﻪﻠﻟﺍ : ) ﺍْﻮُﺒْﻴِﺠَﺘْﺳﺍ ِﻪّﻠِﻟ ِﻝْﻮُﺳَّﺮﻠِﻟَﻭ ﺍَﺫِﺇ ْﻢُﻛﺎَﻋَﺩ ,( َّﻢُﺛ َﻝﺎَﻗ : َﻻَﺃ َﻚُﻤِّﻠَﻋُﺃ َﻢَﻈْﻋَﺃ ٍﺓَﺭْﻮُﺳ ﻲِﻓ ِﻥﺁْﺮُﻘْﻟﺍ َﻞْﺒَﻗ ْﻥَﺃ َﺝُﺮْﺨَﺗ َﻦِﻣ ؟ِﺪِﺠْﺴَﻤْﻟﺍ . َﺬَﺧَﺄَﻓ ْﻱِﺪَﻴِﺑ , ﺎَّﻤَﻠَﻓ ﺎَﻧْﺩَﺭَﺃ ْﻥَﺃ َﺝُﺮْﺨَﻧ , ُﺖْﻠُﻗ : ﺎَﻳ َﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ , َﻚَّﻧِﺇ َﺖْﻠُﻗ : َﻚَّﻨَﻤِّﻠَﻋُﻷ َﻢَﻈْﻋَﺃ ٍﺓَﺭْﻮُﺳ ْﻦِﻣ ِﻥﺁْﺮُﻘْﻟﺍ . َﻝﺎَﻗ : ) ُﺪْﻤَﺤْﻟﺍ ِﻪﻠﻟ ِّﺏَﺭ َﻦْﻴِﻤَﻟﺎَﻌْﻟﺍ ,( َﻲِﻫ ُﻊﺒَّﺴﻟﺍ ْﻲِﻧﺎَﺜَﻤْﻟﺍ ُﻥﺁْﺮُﻘﻟْﺍَﻭ ُﻢْﻴِﻈَﻌْﻟﺍ ْﻱِﺬَّﻟﺍ
ُﻪَﺘْﻴِﺗْﻭُﺃ “Dulu aku pernah sholat. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memanggilku. Namun aku tak memenuhi panggilan beliau. Aku katakan, “Wahai Rasulullah, tadi aku sholat“. Beliau bersabda, “Bukankah Allah berfirman, “Penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu“. (QS. Al-Anfaal: 24). Kemudian beliau bersabda, “Maukah engkau kuajarkan surat yang paling agung dalam Al-Qur’an sebelum engkau keluar dari masjid”?. Beliau pun memegang tanganku. Tatkala kami hendak keluar, maka aku katakan, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya tadi Anda bersabda, “Aku akan ajarkan kepadamu Surat yang paling agung dalam Al-Qur’an”. Beliau bersabda, “Alhamdulillahi Robbil alamin. Dia ( Surat Al-Fatihah) adalah tujuh ayat yang berulang-ulang, dan Al-Qur’an Al-Azhim yang diberikan kepadaku”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (4720), Abu Dawud dalam Sunan-nya (1458), dan An-Nasa’iy dalam Sunan-nya
(913)] Al-Imam Ibnu At-Tiin- rahimahullah- berkata saat menjelaskan makna hadits di atas, “Maknanya, bahwa pahalanya lebih agung (lebih besar) dibandingkan surat lainnya”. [Lihat Fathul Bari (8/158) karya Ibnu Hajar Al- Asqolaniy] Surat Terbaik dalam Al – Qur’an Surat Al-Fatihah merupakan surat terbaik, karena ia mengandung tauhid, ittiba’ (mengikuti) Sunnah, adab berdo’a, al-wala’ wal baro’, keimanan terhadap perkara gaib,
dan lainnya. Ibnu Jabir-radhiyallahu ‘anhu- berkata, ُﺖْﻴَﻬَﺘْﻧِﺍ ﻰَﻟِﺇ ِﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ْﺪَﻗَﻭ َﻕﺍَﺮْﻫِﺇ َﺀﺎَﻤْﻟﺍ ُﺖْﻠُﻘَﻓ ُﻡَﻼَّﺴﻟﺍ َﻚْﻴَﻠَﻋ ﺎَﻳ َﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ ْﻢَﻠَﻓ َّﺩُﺮَﻳ َّﻲَﻠَﻋ ُﺖْﻠُﻘَﻓ : ُﻡَﻼَّﺴﻟﺍ َﻚْﻴَﻠَﻋ ﺎَﻳ َﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ ْﻢَﻠَﻓ َّﺩُﺮَﻳ َّﻲَﻠَﻋ ُﺖْﻠُﻘَﻓ ُﻡَﻼَّﺴﻟﺍ َﻚْﻴَﻠَﻋ ﺎَﻳ َﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ ْﻢَﻠَﻓ َّﺩُﺮَﻳ َّﻲَﻠَﻋ َﻖَﻠَﻄْﻧﺎَﻓ ُﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ْﻲِﺸْﻤَﻳ ﺎَﻧَﺃَﻭ ُﻪَﻔْﻠَﺧ ﻰَّﺘَﺣ َﻞَﺧَﺩ ﻰَﻠَﻋ ِﻪِﻠْﺣَﺭ ُﺖْﻠَﺧَﺩَﻭ ﺎَﻧَﺃ َﺪِﺠْﺴَﻤْﻟﺍ ُﺖْﺴَﻠَﺠَﻓ ﺎًﺒْﻴِﺌَﻛ ﺎًﻨْﻳِﺰَﺣ َﺝَﺮَﺨَﻓ َّﻲَﻠَﻋ ُﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ ُﻪﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ْﺪَﻗ َﺮَّﻬَﻄَﺗ َﻝﺎَﻘَﻓ : َﻚْﻴَﻠَﻋ ُﻡَﻼَّﺴﻟﺍ ُﺔَﻤْﺣَﺭَﻭ ِﻪﻠﻟﺍ َﻭ َﻚْﻴَﻠَﻋ ُﻡَﻼَّﺴﻟﺍ ُﺔَﻤْﺣَﺭَﻭ ِﻪﻠﻟﺍ ﻭ َﻚْﻴَﻠَﻋ ُﻡَﻼَّﺴﻟﺍ ُﺔَﻤْﺣَﺭَﻭ ِﻪﻠﻟﺍ َّﻢُﺛ َﻝﺎَﻗ َﻻَﺍ َﻙُﺮِﺒْﺧُﺃ ﺎَﻳ ِﻪﻠﻟﺍ َﺪْﺒَﻋ ٍﺮِﺑﺎَﺟ َﻦْﺑ ِﺮْﻴَﺨِﺑ ٍﺓَﺭْﻮُﺳ ْﻲِﻓ ِﻥﺁْﺮُﻘْﻟﺍ ُﺖْﻠُﻗ ﻰَﻠَﺑ ﺎَﻳ َﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ َﻝﺎَﻗ : ْﺃَﺮْﻗِﺍ ُﺪْﻤَﺤْﻟﺍ ِﻪﻠﻟ ِّﺏَﺭ
ﺎَﻬَﻤِﺘْﺨَﺗ ﻰَّﺘَﺣ َﻦْﻴِﻤَﻟﺎَﻌْﻟﺍ “Aku tiba kepada Rasulullah - Shallallahu ‘alaihi wa sallam- , sedang beliau mengalirkan air. Aku berkata, “Assalamu alaika, wahai Rasulullah”. Maka beliau tak menjawab salamku (sebanyak 3 X). Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berjalan, sedang aku berada di belakangnya sampai beliau masuk ke kemahnya, dan aku masuk ke masjid sambil duduk dalam keadaan bersedih. Maka keluarlah Rasulullah - Shallallahu ‘alaihi wa sallam- menemuiku, sedang beliau telah bersuci seraya bersabda, “Alaikas salam wa rahmatullah (3 kali)”. Kemudian beliau bersabda, “Wahai Abdullah bin Jabir, maukah kukabarkan kepadamu tentang sebaik-baik surat di dalam Al-Qur’an”. Aku katakan, “Mau ya Rasulullah”. Beliau bersabda, “Bacalah surat Alhamdulillahi Robbil alamin (yakni, Surat Al-Fatihah) sampai engkau menyelesaikannya“. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (4/177). Hadits ini di-hasan-kan oleh Al- Arna’uth dalam Takhrij Al- Musnad (no. 17633)] Al – Fatihah adalah Al – Qur’an Al – Azhim Surat Al-Fatihah dinamai oleh Allah dengan “Al-Qur’an Al- Azhim”, padahal Al-Qur’an Al- Azim bukan hanya Al-Fatihah, masih ada surat-surat lainnya yang berjumlah 11 3. Namun Allah -Azza wa Jalla- menamainya demikian karena kandungan Al- Fatihah meliputi segala perkara yang dikandung oleh Al-Qur’an Al-Azhim secara global. Wallahu A’lam bish showab. Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, ُّﻡُﺃ ِﻥﺁْﺮُﻘْﻟﺍ َﻲِﻫ ُﻊْﺒَّﺴﻟﺍ
ُﻢْﻴِﻈَﻌْﻟﺍ ُﻥﺁْﺮُﻘْﻟﺍَﻭ ْﻲِﻧﺎَﺜَﻤْﻟﺍ “Ummul Qur’an (yakni, Al- Fatihah) adalah tujuh ayat yang berulang-ulang, dan Al-Qur’an Al-Azhim“. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (4427), Abu Dawud dalam Sunan-nya (1457), dan At- Tirmidziy dalam Sunan-nya (3124)] Surat Ruqyah Al-Qur’an seluruhnya bisa digunakan dalam meruqyah. Namun secara khusus Al-Fatihah pernah dipergunakan oleh para sahabat dalam meruqyah sebagian orang yang tergigit kalajengking. Dengan berkat pertolongan Allah, orang yang digigit kalajengking tersebut sembuh kala itu juga. Sekarang kita dengarkan kisahnya dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudriy -radhiyallahu ‘anhu- ketika beliau berkata, َﻖَﻠَﻄْﻧﺍ ٌﺮَﻔَﻧ ْﻦِﻣ ِﺏﺎَﺤْﺻَﺃ ِّﻲِﺒَّﻨﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ْﻲِﻓ ٍﺓَﺮْﻔَﺳ ﺎَﻫْﻭُﺮَﻓﺎَﺳ ﻰَّﺘَﺣ ﺍْﻮُﻟَﺰَﻧ ﻰَﻠَﻋ ٍّﻲَﺣ ْﻦِﻣ
ْﻢُﻫْﻮُﻓﺎَﻀَﺘْﺳﺎَﻓ ِﺏَﺮَﻌْﻟﺍ ِﺀﺎَﻴْﺣَﺃ ﺍْﻮَﺑَﺄَﻓ ْﻥَﺃ ْﻢُﻫْﻮُﻔِّﻴَﻀُﻳ َﻍِﺪُﻠَﻓ ُﺪِّﻴَﺳ َﻚِﻟَﺫ ِّﻲَﺤْﻟﺍ ُﻪَﻟ ﺍْﻮَﻌَﺴَﻓ ِّﻞُﻜِﺑ ٍﺀْﻲَﺷ َﻻ ُﻪُﻌَﻔْﻨَﻳ ٌﺀْﻲَﺷ َﻝﺎَﻘَﻓ ْﻢُﻬُﻀْﻌَﺑ : ْﻮَﻟ ْﻢُﺘْﻴَﺗَﺃ ِﺀَﻻُﺆَﻫ َﻂْﻫَّﺮﻟﺍ َﻦْﻳِﺬَّﻟﺍ ﺍْﻮُﻟَﺰَﻧ ُﻪَّﻠَﻌَﻟ ْﻥَﺃ َﻥْﻮُﻜَﻳ َﺪْﻨِﻋ ْﻢِﻬِﻀْﻌَﺑ ٌﺀْﻲَﺷ ْﻢُﻫْﻮَﺗَﺄَﻓ ﺍْﻮُﻟﺎَﻘَﻓ : ﺎَﻳ ﺎَﻬُّﻳَﺃ ُﻂْﻫَّﺮﻟﺍ َّﻥِﺇ ﺎَﻧَﺪِّﻴَﺳ َﻍِﺪُﻟ ﺎَﻨُﻴْﻌَﺳَﻭ ُﻪَﻟ ِّﻞُﻜِﺑ َﺪْﻨَﻋ ْﻞَﻬَﻓ ُﻪُﻌَﻔْﻨَﻳ َﻻ ٍﺀْﻲَﺷ ٍﺪَﺣَﺃ ٍﺀْﻲَﺷ ْﻦِﻣ ْﻢُﻜْﻨِﻣ ؟ َﻝﺎَﻘَﻓ ْﻢُﻬُﻀْﻌَﺑ : ْﻢَﻌَﻧ ِﻪﻠﻟﺍَﻭ ْﻲِّﻧِﺇ ﻲِﻗْﺭَُﻷ ْﻦِﻜَﻟَﻭ ِﻪﻠﻟﺍَﻭ ْﺪَﻘَﻟ ْﻢُﻛﺎَﻨْﻔَﻀَﺘْﺳﺍ ْﻢَﻠَﻓ ﺎَﻧْﻮُﻔِّﻴَﻀُﺗ ﺎَﻤَﻓ ﺎَﻧَﺃ ٍﻕﺍَﺮِﺑ ْﻢُﻜَﻟ ﻰَّﺘَﺣ
ْﻢُﻫْﻮُﺤَﻟﺎَﺼَﻓ ًﻼْﻌُﺟ ﺎَﻨَﻟ ﺍْﻮُﻠَﻌْﺠَﺗ ﻰَﻠَﻋ ٍﻊْﻴِﻄَﻗ َﻦِﻣ ِﻢَﻨَﻐْﻟﺍ َﻖَﻠَﻄْﻧﺎَﻓ ُﻞُﻔْﺘَﻳ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﺃَﺮْﻘَﻳَﻭ } ُﺪْﻤَﺤْﻟﺍ ِﻪﻠﻟ ِّﺏَﺭ َﻦْﻴِﻤَﻟﺎَﻌْﻟﺍ { . ﺎَﻤَّﻧَﺄَﻜَﻓ َﻂِﺸُﻧ ْﻦِﻣ ٍﻝﺎَﻘِﻋ َﻖَﻠَﻄْﻧﺎَﻓ ﻲِﺸْﻤَﻳ ﺎَﻣَﻭ ِﻪِﺑ ٌﺔَﺒَﻠَﻗ . َﻝﺎَﻗ : ْﻢُﻫْﻮَﻓْﻭَﺄَﻓ ُﻢُﻬَﻠْﻌُﺟ ْﻱِﺬَّﻟﺍ ْﻢُﻫْﻮُﺤَﻟﺎَﺻ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻝﺎَﻘَﻓ ْﻢُﻬُﻀْﻌَﺑ : َﻝﺎَﻘَﻓ ﺍْﻮُﻤِﺴْﻗﺍ ْﻱِﺬَّﻟﺍ َﻲِﻗَﺭ : َﻻ ﺍْﻮُﻠَﻌْﻔَﺗ ﻰَّﺘَﺣ ّﻲِﺗْﺄَﻧ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ َّﻲِﺒَّﻨﻟﺍَﻢَّﻠَﺳَﻭ َﺮُﻛْﺬَﻨَﻓ ُﻪَﻟ ْﻱِﺬَّﻟﺍ َﻥﺎَﻛ َﺮُﻈْﻨَﻨَﻓ ﺎَﻣ ﺎَﻧُﺮُﻣْﺄَﻳ ﺍْﻮُﻣِﺪَﻘَﻓ ﻰَﻠَﻋ ِﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ ﺍْﻭُﺮَﻛَﺬَﻓ ُﻪَﻟ َﻝﺎَﻘَﻓ : ﺎَﻣَﻭ َﻚْﻳِﺭْﺪُﻳ ﺎَﻬَّﻧَﺃ ٌﺔَﻴْﻗُﺭ . َّﻢُﺛ َﻝﺎَﻗ : ْﺪَﻗ ْﻢُﺘْﺒَﺻَﺃ ﺍْﻮُﻤِﺴْﻗﺍ ﺍْﻮُﺑِﺮْﺿﺍَﻭ ْﻲِﻟ ْﻢُﻜَﻌَﻣ ﺎًﻤْﻬَﺳ . َﻚِﺤَﻀَﻓ ُﻝْﻮُﺳَﺭ
َﻢَّﻠَﺳَﻭ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ِﻪﻠﻟﺍ ” Ada beberapa orang dari kalangan sahabat Nabi - Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah berangkat dalam suatu perjalanan yang mereka lakukan sampai mereka singgah pada suatu perkampungan Arab. Mereka pun meminta jamuan kepada mereka. Tapi mereka enggan untuk menjamu mereka (para sahabat). Akhirnya, pemimpin suku itu digigit kalajengking. Mereka (orang- orang kampung itu) telah mengusahakan segala sesuatu untuknya. Namun semua itu tidak bermanfaat baginya. Sebagian diantara mereka berkata, “Bagaimana kalau kalian mendatangi rombongan (para sahabat) yang telah singgah. Barangkali ada sesuatu (yakni, obat) diantara mereka”.Orang- orang itu pun mendatangi para sahabat seraya berkata, “Wahai para rombongan, sesungguhnya pemimpin kami tersengat, dan kami telah melakukan segala usaha, tapi tidak memberikan manfaat kepadanya. Apakah ada sesuatu (obat) pada seorang diantara kalian?” Sebagian sahabat berkata, “Ya, ada. Demi Allah, sesungguhnya aku bisa me-
ruqyah. Tapi demi Allah, kami telah meminta jamuan kepada kalian, namun kalian tak mau menjamu kami. Maka aku pun tak mau me-ruqyah kalian sampai kalian mau memberikan gaji kepada kami”. Merekapun menyetujui para sahabat dengan gaji berupa beberapa ekor kambing. Lalu seorang sahabat pergi (untuk me-ruqyah mereka) sambil memercikkan ludahnya kepada pimpinan suku tersebut, dan membaca, “Alhamdulillah Robbil alamin (yakni, Al-Fatihah)”. Seakan-akan orang itu terlepas dari ikatan. Maka mulailah ia berjalan, dan sama sekali tak ada lagi penyakit padanya. Dia (Abu Sa’id) berkata, “Mereka pun memberikan kepada para sahabat gaji yang telah mereka sepakati. Sebagian sahabat berkata, “Silakan bagi (kambingnya)”. Yang me-ruqyah berkata, “Janganlah kalian lakukan hal itu sampai kita mendatangi Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, lalu kita sebutkan kepada beliau tentang sesuatu yang terjadi. Kemudian kita lihat, apa yang beliau perintahkan kepada kita”. Mereka pun datang kepada Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- seraya menyebutkan hal itu kepada beliau. Maka beliau bersabda, “Apa yang memberitahukanmu bahwa Al- Fatihah adalah ruqyah?” Kemudian beliau bersabda lagi, “Kalian telah benar, silakan (kambingnya) dibagi. Berikan aku bagian bersama kalian”. Lalu Nabi
-Shallallahu ‘alaihi wa sallam- tertawa“. [HR. Al-Bukhoriy (2156), Muslim (2201)] Al-Imam Ibnu Abi Jamroh- rahimahullah- berkata, “Tempat memercikkan ludah ketika me- ruqyah adalah usai membaca Al- Qur’an pada anggota badan yang dilalui oleh ludah”. [Lihat Tuhfah Al-Ahwadziy (9/206)] Cahaya Untuk Ummat Islam Satu lagi diantara fadhilah Al- Fatihah, ia disebut dengan cahaya, karena di dalamnya terdapat petunjuk bagi seorang muslim dalam semua urusannya. Jika kita mengkaji Al-Fatihah secara mendalam, maka kita akan mendapat banyak faedah dan petunjuk. Oleh karena itu, sebagian ulama’ telah menulis kitab khusus menafsirkan Al- Fatihah dan mengeluarkan mutiara hikmahnya yang berisi pelita yang menerangi kehidupan kita. Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhu- berkata, ﺎَﻤَﻨْﻴَﺑ ُﻞْﻳِﺮْﺒِﺟ ٌﺪِﻋﺎَﻗ َﺪْﻨِﻋ ِّﻲِﺒَّﻨﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ َﻊِﻤَﺳ ﺎًﻀْﻴِﻘَﻧ ْﻦِﻣ ِﻪِﻗْﻮَﻓ َﻊَﻓَﺮَﻓ ُﻪَﺳْﺃَﺭ َﻝﺎَﻘَﻓ : ٌﺏﺎَﺑ ﺍَﺬَﻫ َﻦِﻣ ِﺀﺎَﻤَّﺴﻟﺍ َﺢِﺘُﻓ َﻡْﻮَﻴْﻟﺍ ْﻢَﻟ ْﺢَﺘْﻔُﻳ ُّﻂَﻗ َّﻻِﺇ َﻡْﻮَﻴْﻟﺍ َﻝَﺰَﻨَﻓ َﻝﺎَﻘَﻓ ٌﻚَﻠَﻣ ُﻪْﻨِﻣ : َﻝَﺰَﻧ ٌﻚَﻠَﻣ ﺍَﺬَﻫ ﻰَﻟِﺇ َّﻻِﺇ ُّﻂَﻗ ُﻝِﺰْﻨَﻳ ْﻢَﻟ ِﺽْﺭَﻷْﺍ َﻡْﻮَﻴْﻟﺍ َﻢَّﻠَﺴَﻓ َﻝﺎَﻗَﻭ : ْﺮِﺸْﺑَﺃ ِﻦْﻳَﺭْﻮُﻨِﺑ ﺎَﻤُﻬَﺗْﺆُﻳ ْﻢَﻟ ﺎَﻤُﻬَﺘْﻴِﺗْﻭُﺃ ٌّﻲِﺒَﻧ َﻚَﻠْﺒَﻗ : َﺔَﺤِﺗﺎَﻓ ِﺏﺎَﺘِﻜْﻟﺍ
ْﻦَﻟ ِﺓَﺮَﻘَﺒْﻟﺍ ِﺓَﺭْﻮُﺳ َﻢْﻴِﺗﺍَﻮَﺧَﻭ َﺃَﺮْﻘَﺗ ٍﻑْﺮَﺤِﺑ ﺎَﻤُﻬْﻨِﻣ َّﻻِﺇ
ُﻪَﺘْﻴِﻄْﻋُﺃ “Tatkala Jibril duduk di sisi Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- , maka ia mendengarkan suara (seperti suara pintu saat terbuka) dari atasnya. Maka ia (Jibril) mengangkat kepalanya seraya berkata, “Ini adalah pintu di langit yang baru dibuka pada hari ini; belum pernah terbuka sama sekali, kecuali pada hari ini”. Lalu turunlah dari pintu itu seorang malaikat seraya Jibril berkata, “Ini adalah malaikat yang turun ke bumi; ia sama sekali belum pernah turun, kecuali pada hari ini”. Malaikat itu pun memberi salam seraya berkata, “Bergembiralah dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu; belum pernah diberikan kepada seorang nabi sebelummu, yaitu Fatihatul Kitab, dan ayat-ayat penutup Surat Al-
Baqoroh. Tidaklah engkau membaca sebuah huruf dari keduanya, kecuali engkau akan diberi“. [HR. Muslim dalam Shahih- nya (806), dan An-Nasa’iy (912)] Penentu Sholat Al-Fatihah adalah kewajiban bagi setiap orang yang mengerjakan sholat, baik ia imam, makmum, atau pun munfarid (sholat sendiri). Barangsiapa yang tak membacanya, maka sholatnya tak sah. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, ْﻦَﻣ ﻰَّﻠَﺻ ًﺓَﻼَﺻ ْﻢَﻟ ْﺃَﺮْﻘَﻳ ﺎَﻬْﻴِﻓ ِّﻡُﺄِﺑ ِﻥﺁْﺮُﻘْﻟﺍ َﻲِﻬَﻓ ٌﺝﺍَﺪِﺧ َﻞْﻴِﻘَﻓ ٍﻡﺎَﻤَﺗ ُﺮْﻴَﻏ ﺎًﺛَﻼَﺛ ْﻲِﺑَﺄِﻟ َﺓَﺮْﻳَﺮُﻫ : ﺎَّﻧِﺇ ُﻥْﻮُﻜَﻧ َﺀﺍَﺭَﻭ ِﻡﺎَﻣِﻹْﺍ َﻝﺎَﻘَﻓ : ْﺃَﺮْﻗِﺍ ﺎَﻬِﺑ ْﻲِﻓ َﻚِﺴْﻔَﻧ ْﻲِّﻧِﺈَﻓ ُﺖْﻌِﻤَﺳ َﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ُﻝْﻮُﻘَﻳ : َﻝﺎَﻗ ُﻪﻠﻟﺍ ﻰَﻟﺎَﻌَﺗ : ُﺖْﻤَّﺴَﻗ ْﻲِﻨْﻴَﺑ َﺓَﻼَّﺼﻟﺍ َﻦْﻴَﺑَﻭ ْﻱِﺪْﺒَﻋ ِﻦْﻴَﻔْﺼِﻧ ْﻱِﺪْﺒَﻌِﻟَﻭ
َﻝَﺄَﺳ ﺎَﻣ “Barangsiapa yang melakukan sholat, sedang ia tak membaca Ummul Qur’an (Al-Fatihah) di dalamnya, maka sholatnya kurang (3X), tidak sempurna”. Abu Hurairah ditanya, “Bagaimana kalau kami di belakang imam”. Beliau berkata, “Bacalah pada dirimu (yakni, secara sirr/pelan), karena sungguh aku telah mendengar Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Allah - Ta’ala- berfirman, “Aku telah membagi Sholat (yakni, Al- Fatihah) antara Aku dengan hamba-Ku setengah, dan hamba- Ku akan mendapatkan sesuatu yang ia minta”. [HR. Muslim (395), Abu Dawud (821), At-Tirmidziy (2953), An-Nasa’iy (909), dan Ibnu Majah (838)] Abu Zakariya An-Nawawiy- rahimahullah- berkata, “Al- Fatihah dinamai sholat, karena sholat tak sah, kecuali bersama Al-Fatihah“. [Lihat Syarh Shohih Muslim (2/127)] Inilah beberapa diantara keutamaan Al-Fatihah, kami sajikan bagi para khotib, da’i, penuntut ilmu, dan seluruh kaum muslimin agar mereka tahu dan mengamalkan hadits-hadits shohih ini, dan menyebarkannya, tanpa berpegang lagi dengan hadits-hadits lemah dan palsu tent
Fatihah Surat Al-Fatihah adalah surat yang amat masyhur, telah dikenal oleh seluruh kaum muslimin. Saking terkenalnya, terkadang sebagian kaum muslimin menyalahgunakannya, seperti membacanya untuk orang mati saat ziarah kubur, atau mengirimkan pahalanya kepada Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, Syaikh Abdul Qodir Al-
Jailaniy, dan orang-orang yang telah mati. Semua ini tak ada contohnya dari Allah dan Rasul- Nya. Surat Al-Fatihah amat masyhur, namun banyak di antara kita tak mengetahui fadhilah, dan keutamaannya. Padahal banyak sekali hadits-hadits yang menunjukkan keutamaannya, baik dari sisi kandungan atau kedudukannya di sisi Allah -Azza wa Jalla-. Diantara fadhilah dan keutamaan Surat Al-Fatihah: Surat yang Paling Agung Orang yang membaca Al-Fatihah akan mendapatkan balasan pahala yang besar di sisi Allah. Terlebih lagi jika ia membacanya dengan ikhlash, dan mentadabburi maknanya. Abu Sa’id bin Al-Mu’allaa - radhiyallahu ‘anhu- berkata,ُﺖْﻨُﻛ ْﻲِّﻠَﺻُﺃ َﻲِﻧﺎَﻋَﺪَﻓ ُّﻲِﺒَّﻨﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ْﻢَﻠَﻓ ُﻪْﺒِﺟُﺃ , ُﺖْﻠُﻗ : ﺎَﻳ َﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ ْﻲِّﻧِﺇ ُﺖْﻨُﻛ ْﻲِّﻠَﺻُﺃ , َﻝﺎَﻗ : ْﻢَﻟَﺃ ِﻞُﻘَﻳ ُﻪﻠﻟﺍ : ) ﺍْﻮُﺒْﻴِﺠَﺘْﺳﺍ ِﻪّﻠِﻟ ِﻝْﻮُﺳَّﺮﻠِﻟَﻭ ﺍَﺫِﺇ ْﻢُﻛﺎَﻋَﺩ ,( َّﻢُﺛ َﻝﺎَﻗ : َﻻَﺃ َﻚُﻤِّﻠَﻋُﺃ َﻢَﻈْﻋَﺃ ٍﺓَﺭْﻮُﺳ ﻲِﻓ ِﻥﺁْﺮُﻘْﻟﺍ َﻞْﺒَﻗ ْﻥَﺃ َﺝُﺮْﺨَﺗ َﻦِﻣ ؟ِﺪِﺠْﺴَﻤْﻟﺍ . َﺬَﺧَﺄَﻓ ْﻱِﺪَﻴِﺑ , ﺎَّﻤَﻠَﻓ ﺎَﻧْﺩَﺭَﺃ ْﻥَﺃ َﺝُﺮْﺨَﻧ , ُﺖْﻠُﻗ : ﺎَﻳ َﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ , َﻚَّﻧِﺇ َﺖْﻠُﻗ : َﻚَّﻨَﻤِّﻠَﻋُﻷ َﻢَﻈْﻋَﺃ ٍﺓَﺭْﻮُﺳ ْﻦِﻣ ِﻥﺁْﺮُﻘْﻟﺍ . َﻝﺎَﻗ : ) ُﺪْﻤَﺤْﻟﺍ ِﻪﻠﻟ ِّﺏَﺭ َﻦْﻴِﻤَﻟﺎَﻌْﻟﺍ ,( َﻲِﻫ ُﻊﺒَّﺴﻟﺍ ْﻲِﻧﺎَﺜَﻤْﻟﺍ ُﻥﺁْﺮُﻘﻟْﺍَﻭ ُﻢْﻴِﻈَﻌْﻟﺍ ْﻱِﺬَّﻟﺍ
ُﻪَﺘْﻴِﺗْﻭُﺃ “Dulu aku pernah sholat. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memanggilku. Namun aku tak memenuhi panggilan beliau. Aku katakan, “Wahai Rasulullah, tadi aku sholat“. Beliau bersabda, “Bukankah Allah berfirman, “Penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu“. (QS. Al-Anfaal: 24). Kemudian beliau bersabda, “Maukah engkau kuajarkan surat yang paling agung dalam Al-Qur’an sebelum engkau keluar dari masjid”?. Beliau pun memegang tanganku. Tatkala kami hendak keluar, maka aku katakan, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya tadi Anda bersabda, “Aku akan ajarkan kepadamu Surat yang paling agung dalam Al-Qur’an”. Beliau bersabda, “Alhamdulillahi Robbil alamin. Dia ( Surat Al-Fatihah) adalah tujuh ayat yang berulang-ulang, dan Al-Qur’an Al-Azhim yang diberikan kepadaku”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (4720), Abu Dawud dalam Sunan-nya (1458), dan An-Nasa’iy dalam Sunan-nya
(913)] Al-Imam Ibnu At-Tiin- rahimahullah- berkata saat menjelaskan makna hadits di atas, “Maknanya, bahwa pahalanya lebih agung (lebih besar) dibandingkan surat lainnya”. [Lihat Fathul Bari (8/158) karya Ibnu Hajar Al- Asqolaniy] Surat Terbaik dalam Al – Qur’an Surat Al-Fatihah merupakan surat terbaik, karena ia mengandung tauhid, ittiba’ (mengikuti) Sunnah, adab berdo’a, al-wala’ wal baro’, keimanan terhadap perkara gaib,
dan lainnya. Ibnu Jabir-radhiyallahu ‘anhu- berkata, ُﺖْﻴَﻬَﺘْﻧِﺍ ﻰَﻟِﺇ ِﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ْﺪَﻗَﻭ َﻕﺍَﺮْﻫِﺇ َﺀﺎَﻤْﻟﺍ ُﺖْﻠُﻘَﻓ ُﻡَﻼَّﺴﻟﺍ َﻚْﻴَﻠَﻋ ﺎَﻳ َﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ ْﻢَﻠَﻓ َّﺩُﺮَﻳ َّﻲَﻠَﻋ ُﺖْﻠُﻘَﻓ : ُﻡَﻼَّﺴﻟﺍ َﻚْﻴَﻠَﻋ ﺎَﻳ َﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ ْﻢَﻠَﻓ َّﺩُﺮَﻳ َّﻲَﻠَﻋ ُﺖْﻠُﻘَﻓ ُﻡَﻼَّﺴﻟﺍ َﻚْﻴَﻠَﻋ ﺎَﻳ َﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ ْﻢَﻠَﻓ َّﺩُﺮَﻳ َّﻲَﻠَﻋ َﻖَﻠَﻄْﻧﺎَﻓ ُﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ْﻲِﺸْﻤَﻳ ﺎَﻧَﺃَﻭ ُﻪَﻔْﻠَﺧ ﻰَّﺘَﺣ َﻞَﺧَﺩ ﻰَﻠَﻋ ِﻪِﻠْﺣَﺭ ُﺖْﻠَﺧَﺩَﻭ ﺎَﻧَﺃ َﺪِﺠْﺴَﻤْﻟﺍ ُﺖْﺴَﻠَﺠَﻓ ﺎًﺒْﻴِﺌَﻛ ﺎًﻨْﻳِﺰَﺣ َﺝَﺮَﺨَﻓ َّﻲَﻠَﻋ ُﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ ُﻪﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ْﺪَﻗ َﺮَّﻬَﻄَﺗ َﻝﺎَﻘَﻓ : َﻚْﻴَﻠَﻋ ُﻡَﻼَّﺴﻟﺍ ُﺔَﻤْﺣَﺭَﻭ ِﻪﻠﻟﺍ َﻭ َﻚْﻴَﻠَﻋ ُﻡَﻼَّﺴﻟﺍ ُﺔَﻤْﺣَﺭَﻭ ِﻪﻠﻟﺍ ﻭ َﻚْﻴَﻠَﻋ ُﻡَﻼَّﺴﻟﺍ ُﺔَﻤْﺣَﺭَﻭ ِﻪﻠﻟﺍ َّﻢُﺛ َﻝﺎَﻗ َﻻَﺍ َﻙُﺮِﺒْﺧُﺃ ﺎَﻳ ِﻪﻠﻟﺍ َﺪْﺒَﻋ ٍﺮِﺑﺎَﺟ َﻦْﺑ ِﺮْﻴَﺨِﺑ ٍﺓَﺭْﻮُﺳ ْﻲِﻓ ِﻥﺁْﺮُﻘْﻟﺍ ُﺖْﻠُﻗ ﻰَﻠَﺑ ﺎَﻳ َﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ َﻝﺎَﻗ : ْﺃَﺮْﻗِﺍ ُﺪْﻤَﺤْﻟﺍ ِﻪﻠﻟ ِّﺏَﺭ
ﺎَﻬَﻤِﺘْﺨَﺗ ﻰَّﺘَﺣ َﻦْﻴِﻤَﻟﺎَﻌْﻟﺍ “Aku tiba kepada Rasulullah - Shallallahu ‘alaihi wa sallam- , sedang beliau mengalirkan air. Aku berkata, “Assalamu alaika, wahai Rasulullah”. Maka beliau tak menjawab salamku (sebanyak 3 X). Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berjalan, sedang aku berada di belakangnya sampai beliau masuk ke kemahnya, dan aku masuk ke masjid sambil duduk dalam keadaan bersedih. Maka keluarlah Rasulullah - Shallallahu ‘alaihi wa sallam- menemuiku, sedang beliau telah bersuci seraya bersabda, “Alaikas salam wa rahmatullah (3 kali)”. Kemudian beliau bersabda, “Wahai Abdullah bin Jabir, maukah kukabarkan kepadamu tentang sebaik-baik surat di dalam Al-Qur’an”. Aku katakan, “Mau ya Rasulullah”. Beliau bersabda, “Bacalah surat Alhamdulillahi Robbil alamin (yakni, Surat Al-Fatihah) sampai engkau menyelesaikannya“. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (4/177). Hadits ini di-hasan-kan oleh Al- Arna’uth dalam Takhrij Al- Musnad (no. 17633)] Al – Fatihah adalah Al – Qur’an Al – Azhim Surat Al-Fatihah dinamai oleh Allah dengan “Al-Qur’an Al- Azhim”, padahal Al-Qur’an Al- Azim bukan hanya Al-Fatihah, masih ada surat-surat lainnya yang berjumlah 11 3. Namun Allah -Azza wa Jalla- menamainya demikian karena kandungan Al- Fatihah meliputi segala perkara yang dikandung oleh Al-Qur’an Al-Azhim secara global. Wallahu A’lam bish showab. Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, ُّﻡُﺃ ِﻥﺁْﺮُﻘْﻟﺍ َﻲِﻫ ُﻊْﺒَّﺴﻟﺍ
ُﻢْﻴِﻈَﻌْﻟﺍ ُﻥﺁْﺮُﻘْﻟﺍَﻭ ْﻲِﻧﺎَﺜَﻤْﻟﺍ “Ummul Qur’an (yakni, Al- Fatihah) adalah tujuh ayat yang berulang-ulang, dan Al-Qur’an Al-Azhim“. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (4427), Abu Dawud dalam Sunan-nya (1457), dan At- Tirmidziy dalam Sunan-nya (3124)] Surat Ruqyah Al-Qur’an seluruhnya bisa digunakan dalam meruqyah. Namun secara khusus Al-Fatihah pernah dipergunakan oleh para sahabat dalam meruqyah sebagian orang yang tergigit kalajengking. Dengan berkat pertolongan Allah, orang yang digigit kalajengking tersebut sembuh kala itu juga. Sekarang kita dengarkan kisahnya dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudriy -radhiyallahu ‘anhu- ketika beliau berkata, َﻖَﻠَﻄْﻧﺍ ٌﺮَﻔَﻧ ْﻦِﻣ ِﺏﺎَﺤْﺻَﺃ ِّﻲِﺒَّﻨﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ْﻲِﻓ ٍﺓَﺮْﻔَﺳ ﺎَﻫْﻭُﺮَﻓﺎَﺳ ﻰَّﺘَﺣ ﺍْﻮُﻟَﺰَﻧ ﻰَﻠَﻋ ٍّﻲَﺣ ْﻦِﻣ
ْﻢُﻫْﻮُﻓﺎَﻀَﺘْﺳﺎَﻓ ِﺏَﺮَﻌْﻟﺍ ِﺀﺎَﻴْﺣَﺃ ﺍْﻮَﺑَﺄَﻓ ْﻥَﺃ ْﻢُﻫْﻮُﻔِّﻴَﻀُﻳ َﻍِﺪُﻠَﻓ ُﺪِّﻴَﺳ َﻚِﻟَﺫ ِّﻲَﺤْﻟﺍ ُﻪَﻟ ﺍْﻮَﻌَﺴَﻓ ِّﻞُﻜِﺑ ٍﺀْﻲَﺷ َﻻ ُﻪُﻌَﻔْﻨَﻳ ٌﺀْﻲَﺷ َﻝﺎَﻘَﻓ ْﻢُﻬُﻀْﻌَﺑ : ْﻮَﻟ ْﻢُﺘْﻴَﺗَﺃ ِﺀَﻻُﺆَﻫ َﻂْﻫَّﺮﻟﺍ َﻦْﻳِﺬَّﻟﺍ ﺍْﻮُﻟَﺰَﻧ ُﻪَّﻠَﻌَﻟ ْﻥَﺃ َﻥْﻮُﻜَﻳ َﺪْﻨِﻋ ْﻢِﻬِﻀْﻌَﺑ ٌﺀْﻲَﺷ ْﻢُﻫْﻮَﺗَﺄَﻓ ﺍْﻮُﻟﺎَﻘَﻓ : ﺎَﻳ ﺎَﻬُّﻳَﺃ ُﻂْﻫَّﺮﻟﺍ َّﻥِﺇ ﺎَﻧَﺪِّﻴَﺳ َﻍِﺪُﻟ ﺎَﻨُﻴْﻌَﺳَﻭ ُﻪَﻟ ِّﻞُﻜِﺑ َﺪْﻨَﻋ ْﻞَﻬَﻓ ُﻪُﻌَﻔْﻨَﻳ َﻻ ٍﺀْﻲَﺷ ٍﺪَﺣَﺃ ٍﺀْﻲَﺷ ْﻦِﻣ ْﻢُﻜْﻨِﻣ ؟ َﻝﺎَﻘَﻓ ْﻢُﻬُﻀْﻌَﺑ : ْﻢَﻌَﻧ ِﻪﻠﻟﺍَﻭ ْﻲِّﻧِﺇ ﻲِﻗْﺭَُﻷ ْﻦِﻜَﻟَﻭ ِﻪﻠﻟﺍَﻭ ْﺪَﻘَﻟ ْﻢُﻛﺎَﻨْﻔَﻀَﺘْﺳﺍ ْﻢَﻠَﻓ ﺎَﻧْﻮُﻔِّﻴَﻀُﺗ ﺎَﻤَﻓ ﺎَﻧَﺃ ٍﻕﺍَﺮِﺑ ْﻢُﻜَﻟ ﻰَّﺘَﺣ
ْﻢُﻫْﻮُﺤَﻟﺎَﺼَﻓ ًﻼْﻌُﺟ ﺎَﻨَﻟ ﺍْﻮُﻠَﻌْﺠَﺗ ﻰَﻠَﻋ ٍﻊْﻴِﻄَﻗ َﻦِﻣ ِﻢَﻨَﻐْﻟﺍ َﻖَﻠَﻄْﻧﺎَﻓ ُﻞُﻔْﺘَﻳ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﺃَﺮْﻘَﻳَﻭ } ُﺪْﻤَﺤْﻟﺍ ِﻪﻠﻟ ِّﺏَﺭ َﻦْﻴِﻤَﻟﺎَﻌْﻟﺍ { . ﺎَﻤَّﻧَﺄَﻜَﻓ َﻂِﺸُﻧ ْﻦِﻣ ٍﻝﺎَﻘِﻋ َﻖَﻠَﻄْﻧﺎَﻓ ﻲِﺸْﻤَﻳ ﺎَﻣَﻭ ِﻪِﺑ ٌﺔَﺒَﻠَﻗ . َﻝﺎَﻗ : ْﻢُﻫْﻮَﻓْﻭَﺄَﻓ ُﻢُﻬَﻠْﻌُﺟ ْﻱِﺬَّﻟﺍ ْﻢُﻫْﻮُﺤَﻟﺎَﺻ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻝﺎَﻘَﻓ ْﻢُﻬُﻀْﻌَﺑ : َﻝﺎَﻘَﻓ ﺍْﻮُﻤِﺴْﻗﺍ ْﻱِﺬَّﻟﺍ َﻲِﻗَﺭ : َﻻ ﺍْﻮُﻠَﻌْﻔَﺗ ﻰَّﺘَﺣ ّﻲِﺗْﺄَﻧ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ َّﻲِﺒَّﻨﻟﺍَﻢَّﻠَﺳَﻭ َﺮُﻛْﺬَﻨَﻓ ُﻪَﻟ ْﻱِﺬَّﻟﺍ َﻥﺎَﻛ َﺮُﻈْﻨَﻨَﻓ ﺎَﻣ ﺎَﻧُﺮُﻣْﺄَﻳ ﺍْﻮُﻣِﺪَﻘَﻓ ﻰَﻠَﻋ ِﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ ﺍْﻭُﺮَﻛَﺬَﻓ ُﻪَﻟ َﻝﺎَﻘَﻓ : ﺎَﻣَﻭ َﻚْﻳِﺭْﺪُﻳ ﺎَﻬَّﻧَﺃ ٌﺔَﻴْﻗُﺭ . َّﻢُﺛ َﻝﺎَﻗ : ْﺪَﻗ ْﻢُﺘْﺒَﺻَﺃ ﺍْﻮُﻤِﺴْﻗﺍ ﺍْﻮُﺑِﺮْﺿﺍَﻭ ْﻲِﻟ ْﻢُﻜَﻌَﻣ ﺎًﻤْﻬَﺳ . َﻚِﺤَﻀَﻓ ُﻝْﻮُﺳَﺭ
َﻢَّﻠَﺳَﻭ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ِﻪﻠﻟﺍ ” Ada beberapa orang dari kalangan sahabat Nabi - Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah berangkat dalam suatu perjalanan yang mereka lakukan sampai mereka singgah pada suatu perkampungan Arab. Mereka pun meminta jamuan kepada mereka. Tapi mereka enggan untuk menjamu mereka (para sahabat). Akhirnya, pemimpin suku itu digigit kalajengking. Mereka (orang- orang kampung itu) telah mengusahakan segala sesuatu untuknya. Namun semua itu tidak bermanfaat baginya. Sebagian diantara mereka berkata, “Bagaimana kalau kalian mendatangi rombongan (para sahabat) yang telah singgah. Barangkali ada sesuatu (yakni, obat) diantara mereka”.Orang- orang itu pun mendatangi para sahabat seraya berkata, “Wahai para rombongan, sesungguhnya pemimpin kami tersengat, dan kami telah melakukan segala usaha, tapi tidak memberikan manfaat kepadanya. Apakah ada sesuatu (obat) pada seorang diantara kalian?” Sebagian sahabat berkata, “Ya, ada. Demi Allah, sesungguhnya aku bisa me-
ruqyah. Tapi demi Allah, kami telah meminta jamuan kepada kalian, namun kalian tak mau menjamu kami. Maka aku pun tak mau me-ruqyah kalian sampai kalian mau memberikan gaji kepada kami”. Merekapun menyetujui para sahabat dengan gaji berupa beberapa ekor kambing. Lalu seorang sahabat pergi (untuk me-ruqyah mereka) sambil memercikkan ludahnya kepada pimpinan suku tersebut, dan membaca, “Alhamdulillah Robbil alamin (yakni, Al-Fatihah)”. Seakan-akan orang itu terlepas dari ikatan. Maka mulailah ia berjalan, dan sama sekali tak ada lagi penyakit padanya. Dia (Abu Sa’id) berkata, “Mereka pun memberikan kepada para sahabat gaji yang telah mereka sepakati. Sebagian sahabat berkata, “Silakan bagi (kambingnya)”. Yang me-ruqyah berkata, “Janganlah kalian lakukan hal itu sampai kita mendatangi Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, lalu kita sebutkan kepada beliau tentang sesuatu yang terjadi. Kemudian kita lihat, apa yang beliau perintahkan kepada kita”. Mereka pun datang kepada Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- seraya menyebutkan hal itu kepada beliau. Maka beliau bersabda, “Apa yang memberitahukanmu bahwa Al- Fatihah adalah ruqyah?” Kemudian beliau bersabda lagi, “Kalian telah benar, silakan (kambingnya) dibagi. Berikan aku bagian bersama kalian”. Lalu Nabi
-Shallallahu ‘alaihi wa sallam- tertawa“. [HR. Al-Bukhoriy (2156), Muslim (2201)] Al-Imam Ibnu Abi Jamroh- rahimahullah- berkata, “Tempat memercikkan ludah ketika me- ruqyah adalah usai membaca Al- Qur’an pada anggota badan yang dilalui oleh ludah”. [Lihat Tuhfah Al-Ahwadziy (9/206)] Cahaya Untuk Ummat Islam Satu lagi diantara fadhilah Al- Fatihah, ia disebut dengan cahaya, karena di dalamnya terdapat petunjuk bagi seorang muslim dalam semua urusannya. Jika kita mengkaji Al-Fatihah secara mendalam, maka kita akan mendapat banyak faedah dan petunjuk. Oleh karena itu, sebagian ulama’ telah menulis kitab khusus menafsirkan Al- Fatihah dan mengeluarkan mutiara hikmahnya yang berisi pelita yang menerangi kehidupan kita. Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhu- berkata, ﺎَﻤَﻨْﻴَﺑ ُﻞْﻳِﺮْﺒِﺟ ٌﺪِﻋﺎَﻗ َﺪْﻨِﻋ ِّﻲِﺒَّﻨﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ َﻊِﻤَﺳ ﺎًﻀْﻴِﻘَﻧ ْﻦِﻣ ِﻪِﻗْﻮَﻓ َﻊَﻓَﺮَﻓ ُﻪَﺳْﺃَﺭ َﻝﺎَﻘَﻓ : ٌﺏﺎَﺑ ﺍَﺬَﻫ َﻦِﻣ ِﺀﺎَﻤَّﺴﻟﺍ َﺢِﺘُﻓ َﻡْﻮَﻴْﻟﺍ ْﻢَﻟ ْﺢَﺘْﻔُﻳ ُّﻂَﻗ َّﻻِﺇ َﻡْﻮَﻴْﻟﺍ َﻝَﺰَﻨَﻓ َﻝﺎَﻘَﻓ ٌﻚَﻠَﻣ ُﻪْﻨِﻣ : َﻝَﺰَﻧ ٌﻚَﻠَﻣ ﺍَﺬَﻫ ﻰَﻟِﺇ َّﻻِﺇ ُّﻂَﻗ ُﻝِﺰْﻨَﻳ ْﻢَﻟ ِﺽْﺭَﻷْﺍ َﻡْﻮَﻴْﻟﺍ َﻢَّﻠَﺴَﻓ َﻝﺎَﻗَﻭ : ْﺮِﺸْﺑَﺃ ِﻦْﻳَﺭْﻮُﻨِﺑ ﺎَﻤُﻬَﺗْﺆُﻳ ْﻢَﻟ ﺎَﻤُﻬَﺘْﻴِﺗْﻭُﺃ ٌّﻲِﺒَﻧ َﻚَﻠْﺒَﻗ : َﺔَﺤِﺗﺎَﻓ ِﺏﺎَﺘِﻜْﻟﺍ
ْﻦَﻟ ِﺓَﺮَﻘَﺒْﻟﺍ ِﺓَﺭْﻮُﺳ َﻢْﻴِﺗﺍَﻮَﺧَﻭ َﺃَﺮْﻘَﺗ ٍﻑْﺮَﺤِﺑ ﺎَﻤُﻬْﻨِﻣ َّﻻِﺇ
ُﻪَﺘْﻴِﻄْﻋُﺃ “Tatkala Jibril duduk di sisi Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- , maka ia mendengarkan suara (seperti suara pintu saat terbuka) dari atasnya. Maka ia (Jibril) mengangkat kepalanya seraya berkata, “Ini adalah pintu di langit yang baru dibuka pada hari ini; belum pernah terbuka sama sekali, kecuali pada hari ini”. Lalu turunlah dari pintu itu seorang malaikat seraya Jibril berkata, “Ini adalah malaikat yang turun ke bumi; ia sama sekali belum pernah turun, kecuali pada hari ini”. Malaikat itu pun memberi salam seraya berkata, “Bergembiralah dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu; belum pernah diberikan kepada seorang nabi sebelummu, yaitu Fatihatul Kitab, dan ayat-ayat penutup Surat Al-
Baqoroh. Tidaklah engkau membaca sebuah huruf dari keduanya, kecuali engkau akan diberi“. [HR. Muslim dalam Shahih- nya (806), dan An-Nasa’iy (912)] Penentu Sholat Al-Fatihah adalah kewajiban bagi setiap orang yang mengerjakan sholat, baik ia imam, makmum, atau pun munfarid (sholat sendiri). Barangsiapa yang tak membacanya, maka sholatnya tak sah. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, ْﻦَﻣ ﻰَّﻠَﺻ ًﺓَﻼَﺻ ْﻢَﻟ ْﺃَﺮْﻘَﻳ ﺎَﻬْﻴِﻓ ِّﻡُﺄِﺑ ِﻥﺁْﺮُﻘْﻟﺍ َﻲِﻬَﻓ ٌﺝﺍَﺪِﺧ َﻞْﻴِﻘَﻓ ٍﻡﺎَﻤَﺗ ُﺮْﻴَﻏ ﺎًﺛَﻼَﺛ ْﻲِﺑَﺄِﻟ َﺓَﺮْﻳَﺮُﻫ : ﺎَّﻧِﺇ ُﻥْﻮُﻜَﻧ َﺀﺍَﺭَﻭ ِﻡﺎَﻣِﻹْﺍ َﻝﺎَﻘَﻓ : ْﺃَﺮْﻗِﺍ ﺎَﻬِﺑ ْﻲِﻓ َﻚِﺴْﻔَﻧ ْﻲِّﻧِﺈَﻓ ُﺖْﻌِﻤَﺳ َﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ُﻝْﻮُﻘَﻳ : َﻝﺎَﻗ ُﻪﻠﻟﺍ ﻰَﻟﺎَﻌَﺗ : ُﺖْﻤَّﺴَﻗ ْﻲِﻨْﻴَﺑ َﺓَﻼَّﺼﻟﺍ َﻦْﻴَﺑَﻭ ْﻱِﺪْﺒَﻋ ِﻦْﻴَﻔْﺼِﻧ ْﻱِﺪْﺒَﻌِﻟَﻭ
َﻝَﺄَﺳ ﺎَﻣ “Barangsiapa yang melakukan sholat, sedang ia tak membaca Ummul Qur’an (Al-Fatihah) di dalamnya, maka sholatnya kurang (3X), tidak sempurna”. Abu Hurairah ditanya, “Bagaimana kalau kami di belakang imam”. Beliau berkata, “Bacalah pada dirimu (yakni, secara sirr/pelan), karena sungguh aku telah mendengar Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Allah - Ta’ala- berfirman, “Aku telah membagi Sholat (yakni, Al- Fatihah) antara Aku dengan hamba-Ku setengah, dan hamba- Ku akan mendapatkan sesuatu yang ia minta”. [HR. Muslim (395), Abu Dawud (821), At-Tirmidziy (2953), An-Nasa’iy (909), dan Ibnu Majah (838)] Abu Zakariya An-Nawawiy- rahimahullah- berkata, “Al- Fatihah dinamai sholat, karena sholat tak sah, kecuali bersama Al-Fatihah“. [Lihat Syarh Shohih Muslim (2/127)] Inilah beberapa diantara keutamaan Al-Fatihah, kami sajikan bagi para khotib, da’i, penuntut ilmu, dan seluruh kaum muslimin agar mereka tahu dan mengamalkan hadits-hadits shohih ini, dan menyebarkannya, tanpa berpegang lagi dengan hadits-hadits lemah dan palsu tent
Selasa, 31 Januari 2012
Langganan:
Postingan (Atom)